Di Terbitkan Oleh : PT.Mataelang Milenial Group
Oper Rekrutmen Jurnalis

Ridwan Bae Sebut Ambrolnya Jalan di Desa Anduna, Efek Dari Tidak Adanya Skala Prioritas.

“Pembangunan inprastruktur jalan di Sultra tidak menjadi skala prioritas”.

Mata-elang.com || Kendari-Sultra, -Ambrolnya jalan di Desa Anduna jadi bukti nyata bahwa di Sultra banyak jalan yang harus di benahi sebagai skala prioritas.
Kerusakan jalan di Desa Anduna yang lumayan parah akibat dari intesitas turunnya hujan setap hari dan kondisinya saat ini hanya bisa di lewati kendaraan roda dua. Jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar Kabupaten di wilayah Sulawesi Tenggara yakni tujuan Kab Bombana, Kab Muna dan Muna Barat serta Kabupaten Buton dan sekitarnya.

Tentu hal tersebut sangat merugikan masyarakat Sulawesi Tenggara pada umunya dan secara Khususnya kepada warga dan masyarakat yang mempunyai kepentingan vital terhadap akses jalan tersebut untuk memobilisasi hasil-hasil pertanian, perikanan dan jasa-jasa lainnya untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi sehari-hari dari dan tujuan ke Kabupaten-Kabupaten lain untuk Pemasarannya.
Hal ini dapat mengakibatkan dampak yang besar secara ekonomi karena dapat dipastikan komoditas kebutuhan sehari-hari akan berkurang yang dapat memicu kenaikan harga.

Dan ketika hal ini di Konfirmasi oleh tim Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sultra kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar asal Sulawesi Tenggara, Ir. Ridwan, BAE melalui sambungan Aplikasi telepon Seluler “mengatakan bahwa dari sejak dulu baik langsung maupun tidak langsung/melalui Media Massa mengingatkan kepada Pemprov Sultra yang saat ini sedang menjabat agar Pembangunan di Sultra itu harus ada Skala Prioritas atau yang mendesak dulu untuk kepentingan masyarakat Sultra secara umum,
jangan dulu membangun gedung-gedung semisal gedung pemerintahan yang masih bagus kondisnya dan layak dipakai untuk menjalankan roda pemerintahannya.

“Contoh yang Skala Prioritas yang harus dilaksanakan oleh Pemprov Sultra saat ini yaitu fasilitas Jalan kita mulai di pelosika Kabupaten Buton, Kabupaten Konawe, Kecamatan Angata, Kecamatan Laeya dan beberapa Kabupaten Konawe Selatan masih rusak parah “ujarnya.

Ridwan Bae pun menyoroti pembangunan gedung Kantor Gubernur yang menelan Anggaran Ratusan Milyar, seandainya dana tersebut digunakan untuk perbaikan Jalan maka ada berapa Puluh Kilometer dan bahkan mungkin bisa Ratusan kilometer Jalan yang terbangun dan azas manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta berguna bagi pembangunan dan perputaran ekonomi di Daerah karena perhatian terhadap Jalan itu untuk melancarkan jalur ekonomi kita agar masyarakat dapat mengembangkan usaha mereka.

Sekarang ini dapat dilihat akibatnya yakni Ambrolnya Jalan di Desa Anduna Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan dan lokasi tersebut sudah tidak bisa dilalui, mau memutar jelas sangat jauh dan itu menghambat serta memakan waktu yang lama “paparnya.

Lanjut Ridwan Bae mengatakan apakah kita harus sidak bersama bapak Presiden RI dan unsur Kementrian PUPR seperti di Lampung agar pembangunan jalan ditangani di Sulawesi Tenggara.

Jalan Provinsi penghubung antar Kabupaten yang ditangani saat ini yaa banyak rusaklah apalagi di musim hujan ini.

Jadi tolonglah agar Pak Gubernur Ali Mazi sesegera mungkin untuk memperbaiki semua Jalan Provinsi, Penghubung antar Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara karena masih banyak yang rusak itu, seperti di Kab Buton Tengah, Kab. Buton Utara,, Kab. Konsel, Kab. Kolaka Utara dan seterusnya, harap Ridwan BAE “tutupnya.

Wartawan Media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga melalui via seluler untuk konfirmasi perihal Ambrolnya Jalan di Desa Anduna tetapi nomor beliau sedang tidak aktif. (PJI Sultra)

(INFORMASI : "Media memberikan Kesempatan kepada seluruh pihak untuk memberikan hak jawab ataupun klarifikasi serta ralat terkait setiap berita yang di terbitkan!!".) YouTube @Media Mata Elang https://www.youtube.com/@mediamataelang6834

Tinggalkan Balasan

Pemberitahuan : Segala Berita yang di Nilai Tidak Berimbang Dalam penerbitan, Merupakan Berita Yang masih dalam proses penindaklanjutan, dan Segala informasi yang dihimpun kemudian, Akan diterbitkan pada edisi penayangan Berikutnya.
Segala Pemberitaan Merupakan Tanggung Jawab Redaksi.