Pemda Muara Enim Bak “Mati Suri”, Aksi Zikir dan Yaasin Para Demonstran Layaknya Tamparan Keras.

“Gubernur Herman Deru, dinilai Minim keseriusan dan perhatian terkait sistem pemerintahan kabupaten muara Enim yang saat ini dinilai terombang ambing,  Aksi Pembacaan Dzikir dan Yaasin tersebut di lantunkan di Depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan”

MATA-ELANG.COM || MUARA ENIM-SUMSEL, -Sebuah daerah tentu terasa seperti istilah bak mati suri, apabila tak memiliki sosok panutan sebagi pemimpin terhadap masyarakat.

Keberadaan seorang pemimpin merupakan simbol paling penting dikalangan masyarakat maupun dalam konteks birokrasi.

kehadiran pemimpin daerah menjadi penting dalam berbagai aspek, dimana sebagai kekuatan sosok pemimpin tentu memerlukan keabsahan secara hukum baik melalui hasil pemilihan ataupun rekomendasi surat penunjukan dari pejabat negara yang berkewenangan.

Dimana hal tersebut sebagai landasan utama pemimpin daerah itu sendiri dapat menahkodai sistem pemerintahan berjalan maksimal.

Aksi Demo damai hari ini di lakukan oleh sejumlah gabungan masyarakat dihalaman kantor gubernur provinsi sumatera selatan (Sumsel), di awali dengan membaca surah Yasin, zikir dengan harapan terbukanya pintu hati bapak haji Herman deru untuk melantik Ahmad Usmarwi Kaffah sebagai wakil Bupati depinitif.l kabupaten Muara Eni. Selasa, (10/01/2023).

Layaknya tamparan keras, aksi unjuk rasa itu sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Gubernur, menilai lamban untuk menggelar pelantikan pendenitifan Ahmad usmarwi Kaffah sebagai wakil bupati muara Enim.

Hak tersebut sebagaimana di suarakan koordinator aksi Muhammad yakub, meneriakan tuntutan pelantikan itu.

“Kemendagri sudah mengeluarkan SK pelantikan namun sampai saat ini belum juga di Lantik”, koordinator aksi M Yaqub.

Lanjut dia, “adapun tuntutan masyarakat adalah, meminta Pemprov Sumsel untuk segera melantik wakil bupati terpilih Ahmad Usmarwi Kaffah.
sekaligus kepastian Herman deru untuk segerah menggeluarkan tanggal pelantikan”, tandasnya yakub.

Hasil pantauan media, aksi Demo tersebut nampak tidak di tanggapi oleh Herman deru selaku otoritas birokrasi tertinggi di Sumatera Selatan. Dimana paska Demonstran massa hanya diperhadapkan kepada Supriono selaku sekda provinsi yang hanya menyampaikan menyampaikan bahwa Bapak Herman deru sedang ada perjalanan dinas ke luar kota.

” kami akan menelpon bapak Herman deru untuk segerah mendengarkan langsung tuntutan dari gubingan masyarakat aktivis dan ormas kabupaten Muara Enim, dan kami berharap Demo ini tetap kondusip tanpa ada tindakan anarkis” ujar Sekertaris Daerah provinsi sumatera selatan dihadapan massa aksi.

Meski begitu, aksi demontrasi menuai rasa kecewa, dimana penyampaian sekda Sumsel tidak memberikan jawaban pasti terkait tuntutan yang dikumandangkan.

Massa menganulir minimnya keseriusan dan perhatian gubernur sistem pemerintahan di kabupaten muara Enim yang terkesan terombang ambing.

Anulir tersebut menjadi kuat saat sekda menyampaikan telah menelfon Gubernur Herman deru, namun hanya menyampaikan sedang perjalanan dinas, dan tak memberi komentar lain untuk memberi jawaban pasti tuntutan masyarakat demonstran.

Hingga berita ini di terbitkan masa masih menunggu keputusan dari Herman Deru.

Nopri hartono

Tinggalkan Balasan