Rabu, 17 Des 2025
Kriminal

DIGEREBEK WARGA: MASYARAKAT SRIBAWONO SWEEPING SPBU, TANGKAP BASAH PELAKU ‘COR’ SOLAR LIAR

Lampung Timur   —-  Mata Elang.com

Frustrasi masyarakat atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi mencapai puncaknya. Pada Minggu malam (16/11/2025), sejumlah warga di Sribawono, Lampung Timur, melakukan aksi penggerebekan spontan (sweeping) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat yang dicurigai menjadi lokasi praktik ‘pengecoran’ (penimbunan) liar.

​Aksi heroik warga ini dipicu oleh kekesalan mendalam akibat sulitnya mendapatkan Solar bersubsidi di wilayah mereka. Kondisi ini telah berlangsung lama dan diduga kuat akibat adanya praktik pengecoran liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, yang mengambil jatah BBM subsidi rakyat untuk keuntungan pribadi.

​Dalam aksi penggerebekan yang dilakukan warga pada malam hari tersebut, masyarakat berhasil menemukan dan mengamankan sebuah mobil truk jenis Colt Diesel yang sedang melakukan aksi pengecoran atau pengisian BBM dalam jumlah besar secara tidak wajar.

​Peristiwa sempat memanas ketika seorang pria berbadan kekar atau dempal yang mengaku sebagai pemilik mobil truk tersebut, muncul dan melancarkan protes. Pria tersebut tampak tidak terima dan mencoba menentang aksi warga yang sedang menertibkan praktik ilegal di SPBU.

​”Meskipun sempat terjadi adu mulut karena penolakan dari pemilik truk, kami pastikan bahwa aksi warga berjalan dengan tertib dan tidak ada insiden anarkis,” ujar salah satu perwakilan warga di lokasi kejadian.

​Aksi penangkapan basah ini semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa kelangkaan Solar bersubsidi di daerah tersebut disebabkan oleh kebocoran sistemik yang melibatkan praktik pengecoran liar. Namun, sorotan kritis tidak hanya ditujukan kepada pelaku pengecoran, tetapi juga kepada pihak pengelola SPBU.

​Masyarakat mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum pegawai SPBU. Praktik pengecoran dalam skala besar dan berkelanjutan dinilai hampir mustahil terjadi tanpa adanya ‘izin’ atau kolusi dari petugas internal SPBU. Diduga kuat, oknum di SPBU telah bersekongkol dengan para pengecor, mengkhianati amanat negara untuk menyalurkan subsidi tepat sasaran.

​Atas temuan ini, masyarakat Sribawono menuntut agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas.

  • Memproses hukum pengemudi truk dan pelaku pengecoran liar yang tertangkap tangan.
  • Melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan keterlibatan pegawai dan/atau manajemen SPBU dalam praktik ilegal ini.
  • ​Memberikan sanksi berat kepada semua pihak yang terbukti terlibat, guna menciptakan efek jera dan memastikan Solar bersubsidi benar-benar dinikmati oleh rakyat yang berhak.

​Kejadian ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan Pertamina untuk meningkatkan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi, khususnya di wilayah Lampung Timur, demi menjamin keadilan bagi masyarakat. (*)



Baca Juga