Jilid 7 : Siapa Berbohong?, Sudirman Sebut Tidak Ada Mediasi Pemerintah Soal Lahan Kudesia.

Mata-elang.com || Kolaka-Sultra, -Soal Pembeberan Kepala desa Taamborasi terkait mediasi yang di upayakan pemerintah mengait lahan yang kini di persengketaan kudesia sejak beberapa tahun terakhir, melahirkan pengakuan berbanding terbalik yang dilontarkan oleh oknum Sudirman ke awak media saat di wawancarai di kediamannya beberapa waktu lalu.

Seperti yang dikatakan oleh Drs, Safaruddin selaku kepala desa Taamborasi dan pengakuan Andi Madepungeng merupakan mantan kepala desa sebelumnya, bahwa terkait persoalan lahan tersebut mereka telah beberapa kali melakukan upaya mediasi untuk menempuh mufakat berupa jalan keluar kepada kedua belah pihak agar tidak terjadi kerugian Antara satu pihak lainnya yang bersengketa.

Melansir Ungkapan Kepala desa yang terbit pada pemberitaan sebelumnya menyebutkan bahwa upaya mediasipun sudah beberapa kali dilakukan bahkan oleh masa pemerintahan sebelumnya saat Desa Tamborasi masih berada di wilayah hukum Geografis kecamatan wolo.

Namun begitu, upaya mediasi sejak dulu dilakukan oleh pemerintah tidak menuai hasil, dimana salah satu diantara kedua belah pihak kerap kali tidak menghadiri undangan mediasi. Hal itu kemudian menyulitkan pemerintah untuk melakukan upaya-upaya pengambilan jalan keluar.

Tak hanya pemerintah, hal Pengakuan itu pula dikuatkan dengan penjelasan sejumlah pihak yang mengetahui kronologi asal-usul lahan tersebut hingga upaya-upaya yang di dilakukan kudesia serta hal-hal dugaan diskriminasi yang dialaminya dalam memperjuangkan hak lahan itu.

Sementara Oknum Sudirman selaku pihak yang dituju kerap kali tidak menghadiri mediasi pemerintah, melontarkan pengakuan berbanding terbalik, dimana terkait upaya mediasi dilakukan pemerintah tidak benar adanya.

“Tidak benar ada mediasi yang pernah dilakukan pemerintah, saya tidak pernah disampaikan, dan bahkan baru-baru ini saya berada dirumah sakit kolaka karena istri saya melahirkan dan harus di sesar” ungkap Sudirman.

Perihal hal tersebut, tentu menuai asumsi mengait persengketaan lahan yang diperjuangkan kudesia melahirkan pengakuan berbeda antara pihak pemerintah dan oknum Sudirman.

Menyoal siapa pembohong dibalik pengakuan berbeda itu, disinyalir oknum Sudirman memberikan informasi palsu.

Bagaimana tidak, beberapa waktu lalu, tepatnya pada 1 meil lalu, oknum Sudirman juga tak mengahadiri upaya mediasi yang dilakukan pemerintah desa Tamborasi yang di hadiri intitusi kepolisian Polsek wolo melalui bhabinkamtibmas setempat dan Pihak Rombongan JPKP Nasional selaku organisasi yang dimandatkan mendampingi persengketaan lahan kudesia.

Ketidak hadiran Sudirman pasca mediasi saat itupun hanya diwakili dengan sebuah dokument sertifikat dan terlampir beberapa surat keterangan lainnya.

Lantas betulkah pemerintah benar adanya tidak pernah melakukan upaya mediasi sejak dulu seperti yang dikatakan Sudirman?

Media akan kembali menghimpun kongkrit keterangan sejumlah sumber dan pihak mengait pengakuan Sudirman dan soal histori sengketa lahan kudesia. (Edisi Bersambung)

Laporan : Muh Saldin.

Berita Terupdate

Leave a Comment